Rabu, 30 Maret 2011

SEJARAH AREMANIA DI BERI SANKSI 2 TAHUN TANPA ATRIBUT


sejarah yang tak mungkin kami lupakan yang membuat kami sangat sangat terpukul dan kecewa atas kepemimpinan wasit saat itu pertandingan AREMA vs PERSIWA di stadion brawijaya kediri waktu itu 3 gol AREMA di anulir oleh wasit dan kami tak mampu menahan amarah yang sudah begitu memuncak di saat ada AREMANIA (sam budi kartika) masuk ketengah lapangan dan meluapkan kemarahannya kepada wasit saat itu pula semua AREMANIA bergemuruh masuk lapangan dan merusak smua isi setadion brawijaya kediri
tak kelak pula sepulang keluar dari stadion kami juga mendapatkan hujan batu dari warga kediri 
karena mereka jengkel ,stadion yang mereka miliki kami rusak.....

Selasa, 29 Maret 2011

" TARINKSINGA "

kami suporter fanatik AREMA INDONESIA dan disatukan dengan satu keluarga
(keluarga TARINKSINGA
kami satu tujuan mendukung penuh satu kebanggan kami AREMA INDONESIA
dan mendukung kebanggan kami dengan cara apapun semampu mampunya kami
satu keluarga tarinksinga yg bertujuan mempererat persaudaraan antar AREMANIA AREMANITA........
yang selalu menjaga nama baik  kota MALANG,
juga menjaga nama baik AREMA kebanggaan kami ini
kami slalu mengutamakan kebersamaan dan sifat kekeluargaan...
dalam satu komunitas yang kami anggap satu keluarga  ini
selalu berpikir bagaimana semampunya kami mendukung penuh satu kebanggaan kami AREMA INDONESIA...
dengan cara apa adanya.....sing penting g M BONEK

satu kebanggan sendiri bagi kami menjadi AREMANIA.
karena bagi kami AREMA adalah kebanggaan kota kami semangat hidup kami di dalam AREMA kami bisa semakin mengenal lebih apa arti sebuah kebersamaan yang menyatukan semua perbedaan diantara para AREMANIA....
didalam keluarga TARINKSINGA ini juga kami menemukan bagaimana INDAH nya kebersamaan itu..
KELUARGA TARINKSINGA ini juga lahir dari kebersamaan NAWAK" yang tetap memdukung dan tetap menjaga nama baik AREMA INDONESIA..

INTINYA KAMI LAHIR DARI KEBERSAMAAN DAN UNTUK KEBERSAMAN


TARINKSINGA sendiri mengambil dari kebanggan kami (AREMA yg BERSIMBOL SINGA)
dan (TARINK) adalah SALAH SATU BAGIAN singa untuk melumpuhkan lawannya....
bila diartikan sendiri TARINKSINGA adalah bagian dari (AREMA BERSIMBOL SINGA)
sesuai dengan cirikas AREK MALANG yang keras tak pernah punya rasa takut untuk terus maju menghancurkan lawannya.....
kami memnyebut keluarga kami ini AREMA TARINKSINGA
"WE ARE BORN OF TOGETHERNESS"

AREMANIA UNTUK AREMA

oleh Arematarinksinga pada 08 Maret 2011 jam 17:21
"siapa yang meragukan AREMANIA sebagai salah satu supporter yang besar pengaruhnya kepada AREMA..???
.jawab. "TIDAK ADA BANYAK YANG SUDAH MENGENAL DAN MELIHAT SENDIRI BAHWA BESAR SEKALI PENGARUH AREMANIA UNTUK TIM AREMA..."

.AREMANIA="salah satu kelompok besar dari berbagai etnis,usia jenis kelamin,dan lapisan sosial yang bisa melebur menjadi satu dengan semangat satu djiwa dan memberi pengaruh sangat" besar pada tim yang di sanjungnya..
"AREMA INDONESIA"
.
-smd-

KAMUS BOSOE KERA NGALAM


Kamus mini ini terdiri dari kosakata sehari2 yang dipakai warga asli Arema, yang terdiri dari unsur bahasa kiwalan (terbalik) yang berakar dari bahasa Jawa dan Indonesia, bahasa prokem (slanga bukan walikan) dan dialek lokal.
Ingat, tidak semua kata bisa dibolak-balik semaunya…karena sudah jadi baku dalam percakapan sehari-hari, disamping itupun kata-kata lokal Malangan yang bukan walikan (terbalik) juga banyak dipakai.
Jangan coba-coba membuat walikan (terbalik) sendiri, karena bisa-bisa anda dianggap sebagai makhluk planet luar. Hehehehe.
Namanya juga mini ya pasti belum cukup lah..maklum hasil memulung
Lumayan kalau buat ketemu preman-preman asal Malang di Jakarta…:D

Habis itu boleh ngomong ‘Roaming dach gue!’ hahahahaa..

A
A – partikel untuk kata tanya contoh ‘iyo a?’ (apa iya?), ‘mrono a?’ (kesana?) dst
Adapes – sepeda
Adapes rotom – sepeda motor
Ambek – dengan, dan
Amrin – pacar, kekasih
Aranjep - penjara
Arema – Arek Malang
Arodam - Madura
Arudam - Madura
Asaib – biasa
Asrob – minum
Atrakaj - Jakarta
Atret – mundur
Aud - dua
Ayarabus –Surabaya
Ayas – saya
Ayem - melempem

B
Balon / Nolab – pelacur
Bes – kependekan ‘ebes’

C
Cik – ungkapan ‘betapa’ atau penyangatan spt ‘cik gedhene’ (besar banget)
Cikno - biarkan

D
Dhulin - main

E
Ebes – bapak, panggilan hormat tidak formal
Ebes kanal – bapak
Ebes kodew – ibu
Embong - jalan
Ewed – sendiri
Ewedan - sendirian

G
Gak – tidak
Gak main – tidak becus, tidak beres
Genaro – orang
Genok – tidak ada

H
Halak - kalah
Halokes – sekolah
Hamur - rumah
Helob – boleh
Hewod – bibir tebal
Holopes – sepuluh
Hulupes – sepuluh

I
Ibar – kawin, nikah
Idrek – pekerjaan
Iko – itu (jarak jauh)
Ilep – alat kelamin laki-laki
Itreng – mengerti, paham

J
Jancik – makian halus
Jancuk – makian kasar
Jès – guys, coy

K
Kadit – tidak
Kampes – celana dalam
Kana – anak
Kanyab – banyak
Kanyab tulum – banyak omong
Keat – tahi, makian
Kendho - bodoh
Kenthu – bodoh, ber*****h
Kèr – guys, coy
Kèra – (arek) orang
Kètam - mati
Kèwut - tua
Kimpet – alat kelamin wanita
Kipa - baik
Kiwal – balik
Kiwalan – walikan, terbalik
Kodew – perempuan
Koen – kamu
Koleng - mabuk
Koyes – menipu
Kubam - mabuk
Kunam – burung, alat kelamin laki-laki

L
Landas – sandal
Latab - batal
Lecep - pecel
Libom – mobil
Licek - kecil
Likis - kaki

M
Main – becus, bermain
Menclek - gila
Mengong – gila, bloon

N
Nakam – makan
Nawak – kawan
Nawak ewed – kawan sendiri
Nayamul - lumayan
Ngalam – Malang
Ngalup - pulang
Nganal – laki-laki
Nganem - menang
Ngarames – Semarang
Ngayambes – sembahyang, sholat
Ngentit - mencuri
Ngetem - hamil
Ngingub – bingung
Ngoceb – banci, bencong, waria, pondan (kata tetangga sebelah)
Niliki (nili’i) - mencicipi
Nolab - pelacur
Nyelang - meminjam

O
Oges – nasi
Ojir – uang
Ojob – suami/istri, pacar
Ojrit – iya
Omil - lima
Onit – Cina
Orip – berapa
Oskab - bakso
Osob – bahasa
Osob kiwalan – bahasa terbalik
Osi – bisa
Otos - soto
Oyi - iya

P
Plembungan - balon

R
Raijo – uang
Rudit - tidur

S
Sam – panggilan untuk laki2
Sèdeb - monyet
Silup – polisi
Sinam – manis (untuk menyebut gadis cantik)

T
Tahes – sehat
Tahil - lihat
Tènyom - monyet
Tèwur – ruwet, complicated

U
Ubab – babu, pembantu
Ubir – ribu
Ublem –masuk
Uklam – jalan
Uklam-uklam – jalan-jalan
Ukut – beli
Umak – kamu
Unyap - punya
Utem - metu

W
Wanyik – orang
sek onok sing lueh akeh umak hebak mek karek ngewalik kata" dasar sing umak gawe bendinane..
lek ancen arek malang yow kudu itreng ker boso iki...

Sabtu, 05 Maret 2011

AREMA DI HATIKU

oleh Arematarinksinga pada 01 Maret 2011 jam 19:27
Ini hanya opini pribadi, sengaja ayas menulis ini untuk intropeksi kita. Mari kita bersama berbenah apa yang masih bisa diperbaiki. Sudah 8 bulan lewat, AREMA memastikan menjadikan juara liga, tetapi euforia itu masih terasa sampai sekarang. Tentu ayas sangat bangga dengan prestasi itu, sudah belasan tahun kita tidak merasakannya. Tetapi sangat miris membaca dan mendengar  berita yang menyebutkan kita sekarang menjadi lebih ‘liar’ (tidak sampai hati rasanya menyebut anarkis), dan sampai sekarang ayas masih berdo’a supaya itu semua hanya kabar burung saja. Jangan terlalu sering berdalih itu hanya segelintir “oknum”, mari kita bersihkan dengan cara yang elegan dan simpati oknum tersebut dari Kota kita tercinta. Bagaimana caranya tidak ada lagi “oknum” diantara kita, karena kita semua saudara.
. Secara kuantitas, memang jumlah AREMA jauh melebihi ketika  ayas ke Senayan 30 mei, tetapi entah ada yang jauh berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Ketika itu pertandingan melawan tim yang sama, yang membelalakkan mata seluruh pecinta bola di Indonesia, AREMANIA yang “hanya” memenuhi beberapa tribun bernyanyi dan menari, yang kesemuanya bertujuan untuk mendukung AREMA tidak ada urusan sama tim atau suporter lain yang tidak bertanding. Saya bukan berarti menuntut sama seperti jaman dulu, tentu semua sudah jauh berbeda, dan memang kita harus terus berubah, ke arah yang lebih baik tentunya
Tetapi kejadian 30 mei yang lalu di senayan, sungguh jauh berbeda. Memang kita tetap bernyanyi (walaupun tidak selama pertandingan), tetapi sebagian nyanyian itu sangat tidak “nyaman” didengar. Kita terlalu ‘sibuk’ mengurusi tim dan suporter lain, seolah kita datang ke stadion bukan mendukung tim kesayangan kita, melainkan untuk melampiaskan kemarahan ke suporter tim lain.. Ayas takut adik-adik dan anak-anak yang menonton menjadi ikut2an, apa jadinya Kota kita Tercinta 10 tahun lagi kalau ongis licek kita racuni dengan RASISME dan benih PERMUSUHAN? Kita sudah pernah mengalaminya beberapa puluh tahun yang lalu di era ketika di Gajayana sering berkumandang “Kalah tawur..! Kalah tawur..!”, semoga tidak pernah terjadi lagi.
Setelah memastikan Juara di Pekan Baru, kota Malang menjadi macet tak kalah dari Jakarta. Puncaknya adalah PESTA RAKYAT, dilanjutkan dengan PERANG BINTANG, menjadikan Malang sangat penuh dengan orang-orang di pinggir jalan. Kalau masalah-nya cuma macet, dan menjadikan beberapa karyawan terlambat ke kantor atau siswa terlambat ke sekolah, mungkin itu hal yang lumrah. Tapi kalau konvoi itu melanggar peraturan, apalagi sampai memakan korban mobil dan orang-orang yang tidak bersalah (bahkan pemain AREMA sendiri, Sam Roni- info dari FB Sam Roni), itu sudah keluar dari jalurnya, itu bukan AREMANIA!. Beberapa teman terus bertanya, tadinya ayas kira itu hanya segelintir oknum saja, tetapi lama-kelamaan semakin banyak yang komplain lewat YM dan Email, atau dari berita dimana-mana tentang bagaimana AREMANIA memukuli mobil berplat L dan D. Memang ayas juga ikut merasakan geram ketika mendengar cerita saudara-saudara kita diperlakukan ketika alat transportasinya melewati jalur2 basis pendukung tertentu. Tetapi ayas yakin, balas dendam plus anarkis bukan jawaban terbaiknya.
Belum lagi cerita tentang Sam Heri yang masih terbaring di Rumah Sakit akibat tour Batavia, apa tidak sebaiknya AREMANIA yang konvoi itu menyisihkan setengah liter bensinnya untuk di sumbangkan ke Sam Hari untuk biaya pengobatan. Mana salam satu jiwa kita? Ketika jiwa lain sedang berjuang menghadapi maut, sedangkan jiwa yang lain berpesta pora. Kalau perlu jangan sampai kita biarkan keluarga sam Hari mengeluarkan uang sedikit pun untuk biaya RS, biar AREMANIA yang sangat BESAR ini yang menanggungnya.
Cerita terakhir yang membuat ayas lebih miris lagi, adalah cerita tentang Sam Ikul, bagaimana diperlakukan. Tidak perlu diperdebatkan siapa yang salah, yang jelas ayas melihat “orang luar” kita perlakukan bagai pahlawan, sementara “orang tua” kita sendiri kita biarkan sengsara. Apa hanya karena orang luar itu menyerahkan PIALA ke kita, sehingga menjadikan kita ‘mengusir’ orang tua kita sendiri?? Ayas bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, hanya AREMANIA yang sedang jauh dari Bumi AREMA, tetapi dalam hati ayas berbisik: “Kalau GELAR JUARA menjadikan kami LUPA DIRI dan ANARKIS serta tidak RESPECT lagi terhadap sejarah dan masa lalu, mungkin lebih baik kami tidak perlu jadi JUARA selamanya”.
Buat kami (atau setidaknya buat ayas), AREMA saja sudah selalu menjadi JUARA di hati.
Salam Satu Jiwa

 ayas  AREMA TARINKSINGA.....


penulis :ARANDA dari  BANGKA....